Showing posts with label Buku Bacaan. Show all posts
Showing posts with label Buku Bacaan. Show all posts

Saturday, November 09, 2019

Buku Manajemen Layanan Khusus Sekolah

Buku Manajemen Layanan Khusus Sekolah

Buku Manajemen Layanan Khusus Sekolah - Kepala sekolah yang efektif adalah kepala sekolah yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan serta mampu mewujudkan kompetensi tersebut terutama dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai administrator, manajer, supervisor, dan seorang pemimpin (leader). Sebagai manajer pendidikan, kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan memobilisasi sumber daya, baik manusia maupun non-manusia, bagi keefektifan sekolah.

Secara substantif, bidang garapan manajemen pendidikan meliputi: manajemen kurikulum/pembelajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dan masyarakat, serta manajemen layanan khusus sekolah (management of special service), atau sementara ahli menyebutnya dengan manajemen layanan bantuan (management of auxiliary service). Pada dasarnya, manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan dan diorganisasikan untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah.

Secara koseptual, bidang garapan Manajemen Layanan Khusus Sekolah diantaranya meliputi: manajemen layanan bimbingan konseling, layanan perpustakaan sekolah, layanan kesehatan, layanan asrama, dan manajemen layanan kafetaria/kantin sekolah.

Layanan-layanan tersebut harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat membantu memperlancar pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Dengan perkataan lain, apabila layanan khusus sekolah ini direncanakan secara sistematik, diorganisasikan dan dipimpin dengan sebaik-baiknya, dikoordinasikan secara kontinyu, serta dievaluasi secara berkesinambungan maka akan membantu meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien.

Atas dasar pemikiran-pemikiran di atas, maka salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah yang profesional adalah mampu mengelola unit layanan khusus sekolah dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Daftar Isi Buku Manajemen Layanan Khusus Sekolah

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN
  1. Konsepsi Dasar Bimbingan dan Penyuluhan
  2. Peranan Kepala Sekolah dalam Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling
  3. Peranan dan Fungsi Staf Sekolah Dalam Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah
  4. Masalah-Masalah Administratif dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
MANAJEMEN USAHA KESEHATAN SEKOLAH
  1. Kesehatan sebagai Tujuan Pendidikan
  2. Masalah-Masalah Kesehatan yang Dihadapi Masyarakat
  3. Perencanaan Program Kesehatan Sekolah
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  1. Fungsi Perpustakaan
  2. Manajemen Perpustakaan Sekolah
  3. Implementasi layanan Perpustakaan pada Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
  4. Kepala Sekolah dan Layanan Perpustakaan Sekolah
MANAJEMEN ASRAMA SEKOLAH
  1. Pengertian Asrama Sekolah (Boarding-School)
  2. Perkembangan Asrama dalam Sejarah Pendidikan
  3. Hakekat dan Fungsi Kehidupan Asrama Sekolah
  4. Tujuan Penyelenggaraan Asrama Sekolah
  5. Pengelolaan dan Penyelenggaraan Asrama Sekolah
  6. Organisasi Pengurusan Asrama
MANEJEMEN KAFETARIA SEKOLAH
  1. Tujuan dan Fungsi Kafetaria Sekolah
  2. Prinsip-Prinsip Kafetaria Sekolah
  3. Kafetaria dan Program Pendidikan di Sekolah
  4. Manajemen Penyelenggaraan Kafetaria Sekolah
Semua Pembahasan yang sudah di sebutkan diatas dibahas secara lengkap dalam Buku Manajemen Layanan Khusus Sekolah. Bagi anda yang membutuhkan bisa dengan mudah didapatkan melalui link dibawah ini :
Download Buku Manajemen Layanan KHusus Sekolah.pdf DISINI
Demikianlah kiranya berbagi Buku Tentang Manajemen Layanan Khusus yang ada di Sekolah dalam Format PDF. Semoga bisa menambah referensi dan tambahan ilmu khusus Kepala Sekolah dimanapun berada.

Thursday, November 07, 2019

Buku Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah

Buku Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah


Era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yang sangat ketat dalam semua aspek kehidupan, memberi warna/pengaruh terhadap tuntutan akan kualitas sumber daya manusia, termasuk sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan sebagai unsur yang mempunyai posisi sentral dan strategis dalam pembentukan SDM berkualitas. Kondisi tersebut diiringi dengan tumbuh dan berkembangnya tuntutan demokratisasi pendidikan, akuntabilitas, tuntutan kualitas serta jaminan mutu dari dunia kerja. Kondisi tersebut di atas mensyaratkan sekolah dan tenaga pendidik dan kependidikan untuk memiliki kualitas yang andal dan sebagai jaminan mutu hasil proses pendidikan yang dilakukan. Seiring dengan berbagai tuntutan kualitas tersebut pemerintah telah melahirkan berbagai peraturan perundangan yang pada dasarnya memberikan jaminan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.

Berbagai upaya peningkatan mutu telah banyak dilakukan, tetapi pendidikan masih dihadapkan kepada berbagai permasalahan antara lain yang paling krusial adalah rendahnya mutu pendidikan. Dari berbagai kajian, ternyata salah satu faktor penyebabnya antara lain adalah: minimnya peran serta masyarakat dalam menentukan kebijakan sekolah sebagai akibat masyarakat kurang merasa memiliki, kurang tanggung jawab dalam memelihara dan membina sekolah dimana anak-anaknya bersekolah. Padahal apabila dikaji lebih lanjut beberapa komponen penentu peningkatan mutu sekolah antara lain adalah manajemen pemberdayaan masyarakat. Untuk itulah salah satu kebijakan dalam peningkatan manajemen sekolah adalah implementasi manajemen berbasis sekolah. Pendekatan ini sangat memerlukan partisipasi yang tinggi dari masyarakat, baik yang terwadahkan dalam komite sekolah, dewan pendidikan maupun masyarakat secara umum.

Keberhasilan penerapan manajemen berbasis sekolah tersebut sangat tergantung pada kemampuan kepala sekolah untuk dapat berperan secara aktif dalam pengelolaan sekolah dengan memberdayakan semua komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan sekolah, khususnya dalam memberdayakan masyarakat secara keseluruhan. Ini berarti kompetensi kepala sekolah dalam pemberdayaan masyarakat perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan secara terus-menerus.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor:13 tahun 2007, menegaskan bahwa salah satu indikator kompetensi kepala sekolah adalah kemampuan dalam manajemen pemberdayaan masyarakat. Kompetensi ini menjadi sangat penting dalam era otonomi sekarang ini.

Adapun Isi dari Buku yang kami bagikan kali ini meliputi pembahasan :

  1. Fungsi Umum Pendidikan dan Sekolah
  2. Pendidikan Dan Sekolah
  3. Keluarga Sebagai Medium Proses Sosialisasi
  4. Mengapa Pendidikan Memerlukan Masyarakat
  5. Perlunya Pengelolaan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
  6. Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
  7. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
  8. Prosedur Pelaksanaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
  9. Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat
  10. Bentuk-bentuk Partisipasi Orang Tua Murid/ Masyarakat yang Diharapkan Oleh Sekolah (Khususnya Sekolah)
  11. Upaya Menggalang Masyarakat
  12. Promosi Sekolah Kepada Masyarakat
  13. Peranan Kepala Sekolah Menggalang Dukungan Masyarakat
  14. Penyusunan Program Peran Serta Masyarakat.
  15. Model Perlibatan Masyarakat melalui Komite Sekolah
  16. Kerjasama dengan Pemerintah/Masyarakat Secara Umum
  17. Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat Terorganisasi

Semua Pembahasan yang sudah di sebutkan diatas dibahas secara lengkap dalam Buku Manajemen tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah. Bagi anda yang membutuhkan bisa dengan mudah didapatkan melalui link dibawah ini :

Buku Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah DISINI
Demikianlah kiranya berbagi Buku Manajemen tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah. Semoga bisa menambah referensi dan tambahan ilmu khusus Kepala Sekolah dimanapun berada.

Wednesday, November 06, 2019

Buku Manajemen Keuangan Sekolah

Buku Manajemen Keuangan Sekolah
Buku Manajemen Keuangan Sekolah

Buku Manajemen Keuangan Sekolah - Permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah pemerataan, mutu dan relevansi serta efektivitas manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan yang sentralistik yang kita laksanakan selama pemerintahan Orde Baru, dipandang kurang mendorong terjadinya demokratisasi pengelolaan pendidikan. Manajemen pendidikan yang sentralistik tidak dapat mengakomodasi perbedaan keragaman atau kepentingan baik untuk daerah, sekolah maupun peserta didik, serta mematikan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan.

Berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut di atas telah dilakukan, di antaranya pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan nasional berdasarkan pada prinsip desentralisasi manajemen pendidikan. Salah satu langkah yang dilaksanakan adalah menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS). Manajemen berbasis sekolah merupakan suatu konsep pengelolaan sekolah yang berawal dari kemampuan, inisiatif, dan kreativitas sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolahnya, dan tidak tergantung pada petunjuk dari pemerintah pusat. Semua kegiatan pengambilan keputusan, perencanaan dan kebijakan penyelenggaraan pendidikan sepenuhnya berasal dari inisiatif sekolah itu sendiri dan bukan berasal dari birokrasi diatasnya. Melalui manajemen berbasis sekolah maka kemandirian sekolah dapat terwujud melalui upaya-upaya maksimal dari guru, kepala sekolah dan partisipasi masyarakat (stakeholders) dalam penyelenggaraan pendidikan.

Selanjutnya di dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah ada 3 (tiga) hal yang perlu dilaksanakan yaitu: (1) manajemen sekolah baik fungsi maupun substansinya dalam kerangka MBS; (2) pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM); serta (3) peningkatan peran serta masyarakat dalam mendukung program sekolah.

Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, telah diamanatkan dalam UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 8 disebutkan “masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan”, dan pada pasal 9 berbunyi “ masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan”.

Masyarakat mau mendukung program sekolah apabila sekolah menyelenggara-kan manajemen pendidikan yang transparan, utamanya transparansi dalam manajemen keuangan. Sesuai dengan prinsip akuntabilitas, maka masyarakat berhak mengetahui pendayagunaan apa yang telah disumbangkannya kepada lembaga pendidikan, baik tingkat efektivitas maupun tingkat efisiensinya. Dengan demikian kepala sekolah perlu memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Untuk membekali calon kepala sekolah agar nantinya dapat menjadi kepala sekolah yang mampu mengelola keuangan secara baik, maka pendidikan dan pelatihan manajemen keuangan perlu dilakukan secara sistematis.

Didalam Buku Manajemen Keuangan Sekolah dibahas Juga beberapa materi diantaranya :
  1. Pengertian Manajemen Keuangan
  2. Tujuan Manajemen Keuangan Sekolah
  3. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan
  4. Proses Perencanaan Keuangan Sekolah
  5. Sumber-Sumber Pendapatan Sekolah
  6. Masalah-Masalah Terkait dengan Penyusunan RAPBS
  7. Pembelanjaan Keuangan Sekolah
  8. Penyelenggaraan Pembukuan Keuangan Sekolah yang Transparan
  9. Konsep Pengawasan Keuangan Sekolah
  10. Langkah-langkah Pengawasan
  11. Sasaran dan Jenis Pengawasan
  12. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah
  13. Beberapa Contoh Pembuatan Laporan dan Pertanggungjawaban Keuangan
Bagi yang membutuhkan Buku ini, kami bagikan secara Gratis terutama bagi yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan mengenai Manajemen Keuangan di Sekolah supaya lebih baik lagi dalam hal pengelolaan.
Download Buku Manajemen Keuangan Sekolah
Itulah kiranya berbagi pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.